Gliter

berjalan

Minggu, 20 November 2011

Perkembangan Islam di Indonesia

A. Proses Awal Penyebaran Islam di Kepulauan Indonesia
1. Teori-Teori Penyebaran Islam di Indonesia
a. Snouck Hurgronje dan Moquette
Menurut mereka, Islam masuk ke Indonesia melalui Gujarat, India. Teori yang mereka kemukakan tersebut didasarkan pada kenyataan beberapa batu nisan yang terdapat di berbagai tepat di Indonesia.
b. Soetjipto Wirjosoeparto
Islam masuk ke Indonesia melalui Gujarat, India. Hal tersebut dibuktikan dengan salah satu makam raja Islam di Samudera Pasai yang nisannya menggunakan batu yang berasal dari Gujarat, India.
c. Hoesein Djajadiningrat
Islam masuk ke Indonesia melalui Iran (Persia). Teori ini didasarkan pada bukti dengan ejaan dalam tulisan Arab.
d. Haji Abdul Malik Karim Amarullah (Hamka)
Islam masuk ke Indonesia melalui Mesir dan Mekah. Teori tersebut didasarkan pada sebagian besar rakyat Indonesia yang memeluk agama Islam bermahzab Syafii, seperti yang banyak dianut oleh masyarakat Mesir.
e. Alwi Sihab
Islam masuk pertama kali ke Indonesia pada abad pertama Hijriah atau sekitar abad ketujuh Masehi dibawa oleh pedagang Arab yang masuk ke Cina melalui jalur Barat. Teori tersebut didasarkan pada berita Cina pada masa dinasti T’ang yang menyatakan adanya perkampungan Arab di Cina.
f. Taufik Abdullah dan Uka Tjandrasasmita
Faktor utama yang melandasi datangnya budaya dan agama islam adalah melalui perdagangan dan pergaulan. Pda waktu itu diduga bahasa Arab menjadi media komunikasi yang penting.

2. Bukti-Bukti Sejarah
Sumber-sumber dari dalam negeri :
a. Batu nisan yang tertua di temukan di Leran, Gresik, Jawa Timur. Nisan itu milik seorang wanita bernama Fatimah Binti Maemun.
b. Batu nisan sultan Kerajaan Samudera Pasai yang pertama. Sultan itu bernama Sultan Malik as-Saleh.
c. Beberapa batu nisan yang memuat kutipan dari Alquran ditemukan di kuburan Trowulan dan Troloyo, Jawa Timur.
d. Batu nisan milik Maulana Malik Ibrahim ditemukan di Gresik.
Sumber-sumber dari luar negeri :
a. Berita Arab
Para pedagang Arab telah datang ke Indonesia sejak masa Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 M) yang menguasai jalur pelayaran dan perdagangan di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Selat Malaka pada masa itu.
b. Berita Eropa
Berita Eropa berasal dari Marcopolo dan Tome Pires. Ketika itu, Marcopolo mendapat tugas dari kaisar Cina untuk mengantarkan putrinya yang dipersembahkan kepada kaisar Romawi. Dalam perjalanannya itu ia singgah di Pulau Jawa bagian utara. Di daerah tersebut ia menemukan adanya kerajaan islam yaitu Kerajaan Samudera dengan ibu kotanya di Pasai.
c. Berita India
Berita India menyebutkan bahwa para pedagang India (Gujarat) mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan islam di Indonesia.
d. Berita Cina
Ma-Huan yang mengikuti perjalanan Laksamana Cheng-Ho menulis bahwa sejak kira-kira tahun 1400 telah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantai utara Pulau Jawa.
3. Cara-Cara Penyebaran Agama Islam
a. Perdagangan
b. Perkawinan
c. Pendidikan
d. Dakwah (Mubalig)
e. Akulturasi dan Asimilasi Kebudayaan
4. Faktor-Faktor Pendukung Perkembangan Agama Islam di Indonesia
a. Ajarannya Sederhana
b. Syaratnya Mudah
c. Tidak Mengenal Kasta
d. Upacara-Upacara Keagamaan Sangat Sederhana
e. Tasawuf
f. Disebarkan Melalui Cara Damai
g. Faktor Politik
B. Peranan Ulama (Wali Sanga), Perdagangan, Pendidikan, dan Perkawinan dalam Proses Penyebaran Islam di Indonesia
1. Peranan Ulama (Wali Sanga) dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia
a. Sunan Maulana Malik Ibrahim melalui cara dakwah
b. Sunan Ampel melalui pendidikan dengan mendirikan Pondok Pesantren Ampel Denta
c. Sunan Bonang melalui pendidikan Pondok Pesantren
d. Sunan Drajat melalui dakwah
e. Sunan Giri melalui dakwah, lagu pocung, lagu dolanan
f. Sunan Kalijaga melalui pertunjukan gamelan, wayang, sekaten
g. Sunan Kudus melalui dakwah dan menyusun tembang maskumambang dan mijil
h. Sunan Muria melalui dakwah
i. Sunan Gunung Jati melalui dakwah
2. Peranan Wali Sanga dalam Berbagai Bidang
a. Bidang Agama
Peranan wali yang utama adalah usaha dalam penyebaran agama (dakwah islamiah). Untuk itu setiap wali memiliki pondok pesantren sebagai pusat pendidikan agama islam.
b. Bidang Sosial Budaya
Misi sosial budaya wali sanga justru dapat dikatakan sebagai perwujudan dari hasil pengalaman ajaran islam. Para wali juga berhasil melahirkan corak kebudayaan baru sebagai hasil dari asimilasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan setempat.
c. Bidang Politik
Peranan wali sanga dalam bidang politik yaitu mendukung Raden Patah dalam mendirikan kerajaan Islam di Demak. Pada umumnya para ulama juga menjadi penasihat dan guru para raja Islam di Jawa. Misalnya, Sunan Kudus yang menjadi penasihat Adipati Jipang.
C. Kerajaan-Kerajaan Indonesia yang Bercorak Islam serta Aspek-Aspek Kehidupan di Segala Bidang
1. Kerajaan Perlak
Kerajaan Perlak merupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia. Kerajaan ini berdiri pada tahun 840. Kerajaan Perlak mengalami masa kejayaan pada masa Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (622-662 H/1225-1263 M).
2. Kerajaan Samudera Pasai
a. Letak Geografis
Kerajaan Samudera Pasai terletak di pantai utara Aceh, pada muara Sungai Psangan (Pasai).
b. Sumber-sumber sejarah
1) Inskripsi (tulisan) pada nisan makam Sultan Malik as-Saleh.
2) Berita-berita asing dari Marcopolo dan Ibnu Batutah.
3) Kronika Raja Pasai.
c. Kehidupan Masyarakat
1) Kehidupan Politik
Kerajaan Samudera Pasai dibangun oleh Marah Silu. Dia berhasil mempersatukan Samudera dan Pasai. Marah Silu memeluk agama Islam berkat pertemuannya denagn Syekh Ismail, seorang utusan Syarif Makkah. Pada tahun 1285, Marah Silu kemudian dinobatkan menjadi sultan dengan gelar Sultan Malik as-Saleh.
2) Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya
Karena letaknya yang sangat strategis, Samudera Pasai berkembang dengan cepat menjadi pusat perdagangan dan pusat studi Islam yang ramai.
3. Kerajaan Malaka
a. Letak Geografis
Letak Kerajaan Malaka sangat strategis, yaitu berada di Semenanjung Malaya dengan ibu kotanya di Malaka.
b. Kehidupan Politik
Raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Malaka adalah Iskandar Syah. Nama Iskandar Syah merupakan nama Islam yang diperoleh setelah memeluk agama Islam. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka berkembang sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar yang disegani di Asia Tenggara.
c. Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Masyarakat Malaka
Kehidupan perekonomian masyarakat Malaka bertumpu pada perdagangan dan pelayaran maka disebut sebagai masyarakat maritim.
4. Kerajaan Aceh
a. Letak Geografis
Secara strategis letak dan kedudukan Kerajaan Aceh sangat strategis di sekitar Selat Malaka. Kerajaan Aceh terletak di Pulau Sumatra bagian utara dan dekat dengan jalur pelayaran dan perdagangan internasional.
b. Kehidupan Politik
Sultan pertama yang memerintah sekaligus sebagai pendiri Kerajaan Aceh dalah Sultan Ali Mughayat Syah. Kerajaan Aceh mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
c. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya
Kaum bangsawan yang memegang kekuasaanya dalam pemerintahan sipil disebut golonga teuku. Kaum agama yang memegang peranan penting dalam bidang keagamaan disebut golongan teungku.
5. Kerajaan Demak
a. Letak Geografis
Secara geografis Kerajaan Demak terletak di Jawa Tengah. Kerajaan Demak berkembang dari sebuah daerah yang bernama Bintoro yang merupakan daerah bawahan dari Majapahit.
b. Kehidupan Politik
Raja pertama dan pendiri Kerajaan Demak adalah Raden Patah (1500-1518). Pengganti Raden Patah adalah Pati Unus (1518-1521). Pada pemerintahan Pati Unus tidak begitu lama, namun namanya cukup dikenal sebagai panglima perang yang memimpin pasukan Demak menyerang Portugis di Malaka. Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Trenggono.
c. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya
Perekonomian Kerajaan Demak berkembang dengan pesat dalam dunia martim. Hal tersebut didukung oleh sektor pertanian yang cukup besar di Kerajaan Demak.
6. Kerajaan Mataram Islam
a. Letak Geografis
Mataram terletak di daerah Jawa Tengah bagian selatan dengan pusatnya di Kotagede, daerah Jogjakarta sekarang.
b. Kehidupan Politik
Raja pertama dan pendiri Kerajaan Mataram adalah Sutawijaya, yang bergelar Panembahan Senopati ing Alogo Sayidin Panatagama artinya Kepala bala tentara dan pengatur agama. Mas Jolang kemudian digantikan oleh MasRangsang (1613-1645) yang bergelar Sultan Agung Senopati ing Alogo Ngabdurrachman. Gelar ini lebih dikenal dengan nama Sultan Agung. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Mataram mencapai masa puncak keemasannya.
c. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya
Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Mataram bersifat agraris. Hali ini dibuktikan dengan usaha untuk memperluas areal persawahan dan memindahkan banyak kaum petani ke daerah Karawang yang sangat subur pada masa pemerintahan Sultan Agung.
7. Kerajaan Banten
a. Letak Geografis
Secara geografis Banten terletak di Jawa Barat bagian utara (sekarang Provinsi Banten). Kerajaan Bnaten terletak di wilayah Banten, di ujung barat Pulau Jawa.
b. Kehidupan Politik
Raja pertama (pendiri) Kerajaan Banten adalah Hasanuddin. Pada masa pemerintahannya penyiaran agama Islam dan perdagangan di Banten berkembang pesat. Hasanuddin juga menjalin persahabatan yang erat dengan Kerajaan Indrapura di Sumatra. Hubungan diplomatik ini diperkuat melalui pernikahan politik antara Hasanuddin dengan putri raja Indrapura.
c. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya
Ada beberapa faktor yang mendukung perkembangan Kerajaan Banten menjadi pusat perdagangan pada masa itu, diantaranya sebagai berikut :
1) Banten mempunyai kedudukan yang sangat strategis, yaitu di tepi Selat Sunda.
2) Letak Banten yang terletak di Teluk Banten dan pelabuhannya memiliki syarat sebagai pelabuhan yang baik untuk pelayaran dan perdagangan.
3) Banten memiliki barang ekspor penting seperti lada, yang dapat menjadi daya tarik cukup kuat bagi para pedagang.
4) Para pedagang Islam mencari jalan baru dalam pelayaran dan perdagangan dengan menyusuri pantai barat Sumatra dan masuk ke Selat Sunda. Hal ini terjadi sejak jatuhnya Malaka ke Portugis.
8. Kerajaan Gowa dan Tallo (Makassar)
a. Letak Geografis
Kerajaan Gowa dan Tallo merupakan dua kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan dan saling berhubungan baik. Kedua kerajaan tersebut kemudian lebih dikenal dengan kerajaan Makassar. Makassar sebenarnya adalah ibu kota Gowa yang juga disebut sebagai Ujung Pandang.
b. Kehidupan Politik
Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Makassar :
1) Sultan Alauddin
2) Sultan Hasanuddin
Diadakan Perjanjian Bongaya (tahun 1667 M) :
a) VOC yaitu kompeni dagang Belanda, memperoleh hak monopoli dagang di Makassar.
b) Belanda dapat mendirikan benteng di pusat Kerajaan Makassar yang diberi nama Benteng Rotterdam.
c) Makassar harus melepaskan daerah kekuasaanya seperti Bone dan pulau-pulau di luar wilayah Makassar.
d) Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.
3) Sultan Mapasomba
c. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya
Faktor-faktor yang memengaruhi kemajuan sektor perdagangan di antaranya sebagai berikut :
1) Jatuhnya Malaka ke tangan bangsa Portugis pada tahun 1511
2) Suku Makassar dan Bugis merupakan pelaut yang ulung sehingga para pedagang merasa aman.
3) Pelabuahn-pelabuhan di Sulawesi Selatan merupakan pelabihan transito bagi para pedagang dari wilayah sebelah Barat yang akan menuju ke Kepulauan Maluku dan Sebaliknya.
4) Memiliki barang-barang dagangan, yaitu rempah-rempah dari Maluku.
9. Kerajaan Ternate dan Tidore di Maluku
a. Letak Geografis
Kerajaan Ternate dan Tidore terletak di sebelah barat Pulau Halmahera (Maluku Utara).
b. Kehidupan Politik
Di Kepulauan Maluku banyak terdapat kerajaan kecil, di antaranya Kerajaan Ternate sebagai pemimpin uli ima, yaitu persekutuan lima bersaudara yang wilayahnya mencakup Pulau Ternate, Obi, Bacan, Seram, dan Ambon. Uli siwa yang berarti persekutuan sembilan bersaudara yang wilayahnya mencakup Pulau Makayan, Jailolo atau Halmahera dan pulau-pulau di antara daerah itu sampai dengan Pulau Papua.
Adanya Perjanjian Saragosa yang isinya “Spanyol harus meninggalkan Maluku dan Portugis tetap dapat melaksanakan kegiatannya di Maluku”.
Kerajaan Ternate berkembang pesat di bawah kekuasaan raja-raja sebagai berikut :
1) Sultan Zainal Abidin
2) Sultan Tabariji
3) Sultan Hairun
4) Sultan Baabullah
c. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya
Daerah Maluku memiliki posisi penting sebagai sumber atau penghasilan rempah-rempah sehingga selalu menjadi pusat perhatian dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar